Jenis dan Fungsi Tinta Printer yang Paling Sering Digunakan untuk Bisnis Percetakan – Nindybareth.com

5 min read

Jenis dan Fungsi Tinta Printer

Nindybareth.com – Untuk Kamu yang menjalani bisnis percetakan, sangat penting mengetahui jenis dan fungsi tinta printer. Karena dari banyaknya jenis tinta di pasaran tentu saja memiliki fungsi masing-masing. Salah memilih tinta maka akan menghasilkan kualitas cetakan tidak maksimal. Kemudian masing-masing tinta printer ini memiliki kelebihan serta kekurangan. Untuk itu sebelum memutuskan membeli tinta baru, silakan simak dulu artikel ini sampai selesai.

Baca Juga: Cara Merawat Printer Agar Tetap Awet Meskipun Printer Digunakan Setiap Hari

Dalam bisnis percetakan, printer merupakan perangkat paling penting. Sebagus apapun karya desain kita jika hasil cetakan tidak maksimal maka dapat menurunkan kepercayaan konsumen terhadap kita. Kecuali jika desain tersebut bukan untuk keperluan cetak, misalnya konsumen hanya memerlukan bentuk file saja.

Selain tepat dalam memilih printer, harus tepat juga dalam memilih tinta. Printer bagus dan mahal belum tentu juga menghasilkan cetakan yang berkualitas. Karena dalam pemakaian printer itu sangat dipengaruhi oleh tinta yang kita gunakan. Memilih tinta yang tepat bisa meningkatkan kualitas cetakan dan juga dapat menjaga performa serta daya tahan printer.

Jenis dan Fungsi Tinta Printer untuk Keperluan Berbagai Macam Percetakan

Banyaknya jenis dokumen sehingga penting sekali memahami juga jenis tinta yang cocok kita gunakan untuk mencetak dokumen tersebut. Dokumen ijazah tentu saja berbeda dengan dokumen surat menyurat biasa. Kita tidak bisa menggunakan jenis tinta khusus untuk surat biasa lalu kita gunakan untuk mencetak ijazah. Karena pada umumnya jenis tinta untuk surat biasa tidak memiliki daya tahan yang lama. Seharusnya sesuai fungsi ijazah yang kita gunakan untuk jangka waktu lama maka jenis tinta-pun harus menggunakan tinta yang benar-benar kuat dalam berbagai kondisi.

Kemudian sebaliknya tinta khusus untuk mencetak ijazah kurang cocok juga kita gunakan untuk mencetak surat menyurat biasa. Meskipun ini bisa kita lakukan, namun tentu saja hal ini termasuk pemborosan.

Lalu apa saja jenis-jenis dan fungsi dari masing-masing tinta printer tersebut?

1. Tinta Printer Pigment

Tinta pigment adalah tinta berkualitas tinggi yang formula tinta terdiri dari Air (H2O), Colorant Pigment, Diluent, serta bahan lainnya. Hasil cetak dari tinta pigment lebih pekat, tajam, tahan lama, serta tahan air. Tinta printer pigment tidak mudah larut oleh air karena jenis tinta pigment berbasis minyak. Tidak heran jika kualitas mencetak tinta pigment memiliki daya tahan yang lama meskipun hasil cetakan sering terpapar sinar matahari.

Jenis tinta printer pigment dapat kita gunakan untuk kebutuhan mencetak pada semua jenis kertas seperti: HVS, Kertas Foto, PVC ID Card, Art Paper, dan sebagainya.

Harga tinta pigment biasanya lumayan mahal sebanding dengan harga tinta original. Untuk itu sebaiknya Kamu gunakan secara bijak seperti untuk mencetak ijazah, akta kelahiran, sertifikat tanah, dan dokumen penting lainnya.

Kelemahan dari tinta pigment adalah karena berbasis minyak maka jika printer tidak kita gunakan dalam waktu lama maka tinta akan mengendap kemudian mengering di nozzle head. Untuk menghindari hal ini terjadi, Kamu meski rutin menggunakan printer maksimal setiap tiga hari sekali. Atau setidaknya setiap hari printer dinyalakan meskipun printer tidak Kamu gunakan.

2. Tinta Printer Art Paper

Tinta Art Paper adalah tinta yang mengandung 50% air dan 50% minyak. Karena kandungan tinta ini terdiri dari minyak maka tak heran jika hasil cetak bisa menempel kuat dan tidak mudah pudar. Tinta Art Paper bisa mencetak dengan kualitas tinggi serta tersedia dalam pilihan warna CMYK. Warna cetak dari tinta jenis ini akan terlihat lebih cerah, cepat kering, tajam, sama persis dengan tampilan desain di komputer, serta yang paling penting tidak mudah luntur meski sering terkena sinar matahari.

Jenis tinta Art Paper sangat cocok Kamu gunakan untuk yang menekuni bisnis percetakan, seperti: cetak foto, cetak undangan, cetak kalender, cetak id card, dan desain grafis lainnya. Tinta ini dapat Kamu gunakan juga untuk mencetak di bahan kertas PVC dan Art Carton.

Seperti tinta Pigment, tinta Art Paper juga memiliki kelemahan print head cepat tersumbat jika printer tidak kita gunakan dalam waktu yang lama. Untuk perawatan, sebaiknya kita gunakan printer secara rutin seperti tips pada tinta Pigment di atas.

3. Tinta Printer Sublimation

Tinta Sublimation adalah tinta yang mengandung formula colorant, minyak, diluent, serta zat-zat lainnya. Dari segi ketahanan jauh lebih baik daripada tinta Pigment. Namun meskipun begitu, memiliki kegunaan masing-masing dan jangan sampai salah fungsi.

Jenis tinta ini berfungsi untuk keperluan mencetak transfer gambar ke media lain seperti untuk sablon kaos, mug, pin, keramik, dan sebagainya. Tinta Sublimation memiliki karakteristik lebih tahan terhadap air serta degradasi warna tinta lebih kuat.

Selanjutnya untuk keperluan mencetak jenis tinta ini maka harus menggunakan printer inkjet seperti printer EPSON atau RICOH. Selanjutnya kita juga memerlukan kertas sublimasi, mesin cetak panas, serta media warna yang terang.

Kemudian resiko print head tersumbat jauh lebih besar ketimbang jenis tinta Pigment. Untuk menghindari hal ini, itu dia kita meski menggunakan printer setiap hari atau setidaknya maksimal 3 hari sekali.

4. Tinta Printer Solvent

Tinta printer Solvent adalah jenis tinta yang terbuat dari bahan yang mendekati cat Duco yang sudah diformulasikan untuk tipe printer outdoor. Hasil cetakan dari tinta Solvent memiliki daya tahan kuat, awet, dan tahan terhadap air serta terpaan sinar matahari langsung.

Pada umumnya tinta jenis ini memiliki bau yang menyengat dan berfungsi untuk keperluan mencetak spanduk, banner, neon box, billboard, dan sebagainya.

Selanjutnya selain tinta printer Solvent ada juga tinta sejenis yaitu Eco Solvent. Perbedaan dengan tinta Solvent adalah, jenis tinta Eco Solvent kurang tahan oleh air serta terpaan sinar matahari. Sehingga jenis tinta ini khusus untuk keperluan Indoor Printing saja. Tinta Eco Solvent tidak berbau menyengat daripada tinta Solvent.

5. Tinta Printer Dye Base

Tinta Dye Base adalah tinta berbahan dasar air (H2O) dan bahan pewarna (Colourant). Jenis tinta ini yang paling umum orang gunakan untuk mencetak keperluan dokumen kantor dan sekolah seperti mencetak dokumen surat biasa, laporan keuangan, makalah, skripsi, dan sebagainya. Karena berbahan air, maka kemungkinan mengendap di print head semakin kecil.

Pada umumnya printer standar akan menggunakan jenis tinta Dye Base. Selain memiliki hasil cetak bagus pada kertas HVS kemudian juga memiliki harga yang jauh lebih ekonomis.

Jenis tinta Dye Base juga dapat kita gunakan untuk keperluan mencetak di media kertas foto silky dan glossy, PVC id card, canvas, dan sebagainya. Namun kelemahan dari jenis tinta ini adalah hasil cetak kurang pekat dan kurang tajam. Selanjutnya hasil cetak dari tinta Dye Base itu tidak tahan air dan tidak tahan cahaya sehingga cetakan cepat pudar.

Cara Memilih Tinta Printer yang Tepat Sesuai dengan Kebutuhan

Setelah memahami masing-masing jenis dan fungsi tinta printer, Kamu mungkin sudah bisa mengambil kesimpulan jenis tinta mana yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Selanjutnya Kamu juga harus memperhatikan beberapa poin penting saat memilih tinta printer, yaitu:

1. Bentuk Pengisian Tinta Printer

Saat ini terdapat tiga jenis bentuk pengisian printer yang tersedia di pasaran, yaitu: printer inkjet, printer laserjet, dan printer ink tank. Untuk itu sebelum Kamu membeli tinta, sebaiknya pahami terlebih dahulu bentuk pengisian tinta printer yang Kamu gunakan.

2. Kompatibilitas Tinta dengan Printer

Selanjutnya hal penting yang meski Kamu perhatikan sebelum membeli tinta adalah dari segi kompatibilitas dengan printer. Pilih tinta yang sesuai dengan merek dan tipe printer yang Kamu gunakan. Tinta printer EPSON tentu saja tidak bisa kita gunakan untuk printer Canon dan HP, begitupun sebaliknya. Malah terkadang meski satu merek tapi tinta tidak cocok kita gunakan untuk tipe lainnya.

Perlu Kamu ketahui juga bahwa tingkat kekentalan dari masing-masing tinta itu berbeda. Jika Kamu memilih tinta yang tidak sesuai dengan merek dan tipe malah akan merusak printer. Untuk mengetahui merek dan tipe printer yang kita gunakan, biasanya akan tertulis pada cover printer.

3. Pilih Tinta Original

Meskipun harga tinta original itu mahal, namun tentu saja dari segi kualitas jauh lebih baik daripada memilih tinta biasa. Kemudian yang terpenting adalah jika printer selalu menggunakan tinta original maka print head printer akan awet. Jangan mudah tertipu dengan harga miring karena biasanya harga murah itu memiliki kualitas yang jelek.

Terkadang tinta bukan original itu agar cepat larut maka produsen mencampur cairan alkohol ke dalam tinta. Kandungan alkohol ini tentu saja akan cepat merusak printer. Berbeda dengan tinta original yang tidak menggunakan larutan alkohol.

4. Pilih Jenis Tinta Sesuai dengan Kebutuhan

Point ini merupakan hal penting juga. Jenis tinta Dye Base tidak cocok kita gunakan untuk keperluan mencetak dokumen penting seperti ijazah. Kemudian tidak cocok juga jika Kamu jarang menggunakan printer kemudian memilih tinta jenis Pigment dan Art Paper. Meskipun hasil cetak kedua jenis tinta ini bagus namun pada akhirnya print head printer Kamu akan cepat rusak karena faktor jarang Kamu gunakan.

Baca Juga: Ini Dia 5 Faktor Penting Penyebab Printer Cepat Rusak Yang Wajib Anda Ketahui

Penutup

Dengan mengetahui jenis dan fungsi tinta printer maka kecil kemungkinan akan salah dalam membeli tinta printer. Kamu bisa menyesuaikan tinta printer sesuai dengan kebutuhan cetak digital. Memilih jenis tinta yang tepat sesuai dengan fungsi juga termasuk perawatan printer agar awet tahan lama.