Cara Agar Iklan AdSense Tampil di Website Lebih Relevan dengan Konten Artikel – Nindybareth.com

3 min read

Cara Agar Iklan AdSense Tampil Relevan

Nindybareth.com – Salah satu penyebab pendapatan dari iklan AdSense menurun adalah iklan yang tampil di website tidak relevan dengan konten website. Karena hal ini tentu saja bisa menurunkan minat klik pembaca terhadap iklan. Lalu apa yang menjadi masalah? Pada artikel ini saya akan coba bahas cara agar iklan AdSense yang tampil di website lebih relevan dengan konten.

Baca Juga: Cara Mengisi Informasi Pajak Google AdSense Agar Memperoleh Potongan Pajak 0%

Google AdSense termasuk layanan periklanan Google yang hingga saat ini masih banyak peminat untuk mendapatkan penghasilan dari penayangan iklan melalui konten digital. Publisher akan memperoleh 68% dari iklan konten dan 51% untuk penghasilan iklan penelusuran. Meskipun ada juga jaringan periklanan yang menawarkan pendapatan lebih besar dari Google AdSense, tetapi AdSense termasuk layanan periklanan lebih baik daripada layanan iklan yang lain.

Umumnya iklan Google AdSense akan tampil relevan dengan konten website. Spider atau bot Google AdSense akan memproses halaman website kemudian mengumpulkan sejumlah informasi berdasarkan kata kunci. Pada saat pengunjung masuk ke halaman website maka iklan akan tampil berdasarkan kata kunci dari visitor serta iklan yang memiliki nilai tawar terbaik.

Atas dasar itu agar iklan AdSense tampil di website lebih relevan dengan kata kunci maka sebaiknya kalian membuat konten dengan baik. Google AdSense akan mengumpulkan sejumlah informasi yang tepat mengenai konten tersebut. Tidak hanya judul, Google akan memproses seluruh bagian dari konten seperti: atribut gambar, meta tag, deskripsi, heading, dan sebagainya.

Artinya jika artikel kalian buat asal-asalan, maka iklan yang tampil menjadi tidak relevan dengan kata kunci visitor.

Cara Agar Iklan AdSense Tampil di Website Lebih Relevan dengan Konten

Terdapat beberapa hal yang harus kalian perhatikan supaya iklan Google AdSense tampil di website lebih relevan, yaitu:

1. Judul Artikel

Judul artikel menjadi poin penting dalam sebuah konten. Ketika visitor mengunjungi halaman konten, judul artikel-lah yang pertama dia lihat. Di mesin pencari, judul artikel akan terlihat jelas. Spider Google akan memproses konten berdasarkan judul artikel.

Untuk itu sebaiknya buat judul artikel yang mengandung kata kunci. Kemudian buat ulang sinonim kata kunci yang ada di judul artikel pada isi artikel, tapi jangan berlebihan.

Selain tujuan SEO, membuat judul artikel berisi kata kunci mempunyai tujuan agar iklan Google AdSense tampil secara relevan.

2. Konten atau Isi Artikel

Spider Google AdSense selain akan memproses judul, juga akan mengumpulkan sejumlah informasi dari isi konten artikel. Atas dasar itu, silakan buat ulang sinonim kata kunci di bagian isi artikel. Membuat banyak kata kunci itu bagus, dengan catatan jangan kalian buat secara berlebihan. Buat lebih natural dan enak ketika kita baca.

Pengulangan kata kunci di artikel sebaiknya kalian buat secara sinonim. Kata kunci yang kalian buat berlebihan hanya akan berdampak sebagai keyword spamming. Pengguna WordPress bisa mengikuti kaidah SEO dari plugin Yoast.

3. Tag Heading

Selain akan memproses judul serta konten, Google AdSense juga akan mencari informasi dari tag heading. Saat ini pemberian tag heading yang tepat akan tampil sebagai kata kunci di mesin pencari. Untuk itu agar iklan AdSense tampil relevan, silakan kalian pasang juga kata kunci di tag heading artikel.

Yoast sendiri akan memberi peringatan jika konten tidak kita bagi berdasarkan tag heading. Menurut plugin SEO Yoast, 1 tag heading maksimal 300 kata.

Jadi selain memberi dampak bagus terhadap iklan AdSense, tag heading bagus juga untuk SEO.

4. Gambar

Bukan hanya bagian-bagian yang sudah saya sebutkan di atas saja, spider Google akan memproses gambar artikel juga. Untuk itu silakan untuk mencantumkan kata kunci di atribut alt gambar. Agar tidak terkesan spamming, buat kata kunci sinonim. Lagi-lagi pengguna WordPress bisa mengikuti parameter plugin SEO Yoast.

Selain atribut alt gambar, sebaiknya menggunakan judul gambar yang berisi kata kunci. Dengan begitu gambar-gambar artikel akan memperkuat spider Google AdSense ketika mencari informasi pada konten yang kalian buat. Kemungkinan iklan AdSense akan tampil dengan relevan.

5. Tag Deskripsi

Untuk pengguna SEO WordPress mungkin sudah tidak asing lagi dengan tag deskripsi. Jangan pernah meremehkan kekuatan tag deskripsi dalam hal SEO. Karena pada umumnya penerapan kata kunci di tag deskripsi akan membantu posisi artikel kalian di mesin pencari.

Silakan buat tag deskripsi yang singkat dan usahakan harus mengandung kata kunci yang kita targetkan.

6. Membuat Penargetan Bagian

Agar iklan AdSense tampil secara relevan dengan konten, silakan sortir bagian mana saja yang harus Kamu beri penekanan. Pasalnya tidak semua bagian halaman website masih berhubungan dengan konten, seperti: header, sidebar, dan footer.

Umumnya pembaca akan fokus terhadap konten dan itu sebabnya klik iklan konten jauh lebih berpotensi daripada iklan yang kita tempatkan di bagian lain. Atas dasar ini buat penekanan pada iklan yang tampil di konten.

Silakan Kamu gunakan tag HTML berikut pada awal dan akhir script iklan.

Memberikan penekanan pada iklan:

<!-- google_ad_section_start -->
kode iklan
<!-- google_ad_section_end -->

Mengabaikan iklan pada bagian tertentu:

<!-- google_ad_section_start(weight=ignore) -->
kode iklan
<!-- google_ad_section_end -->

7. Blokir Iklan

Karena iklan yang tampil tidak relevan dengan konten maka mengakibatkan minim klik serta rendah konversi. Coba cara ini dengan memblokir iklan yang tidak berhubungan dengan niche website kalian.

Sebaiknya gunakan dengan bijak fitur blokir iklan ini. Jangan terlalu berlebihan, karena jika banyak iklan yang kalian blokir maka akan mengurangi dalam persaingan nilai tawar.

Blokir iklan yang aneh-aneh saja dan terutama bertolak belakang dengan niche website.

8.  Iklan Berbasis Pengguna

Layanan iklan Google AdSense menyediakan fitur untuk menampilkan iklan berbasis pengguna. Fitur ini bekerja berdasarkan riwayat penelusuran yang tersimpan di browser visitor sebagai cookie. Jika sebelumnya visitor pernah berkunjung ke Tokopedia, maka iklan yang tampil di website juga biasanya iklan-iklan dari Tokopedia.

Tentu saja tidak relevan jika konten tentang tutorial memperbaiki printer namun iklan yang tampil adalah iklan tas dari Tokopedia.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya kita non-aktifkan pengaturan fitur iklan berbasis pengguna Google AdSense.

Masuk ke akun AdSense kemudian klik Kontrol pemblokiran > Semua situs > Kelola penayangan iklan. Silakan blokir Iklan berbasis pengguna.

Meskipun hal ini tidak akan menjamin iklan yang tampil 100% akan relevan, namun setidaknya dapat mengurangi iklan-iklan yang tampil tidak berhubungan dengan konten website.

Baca Juga: Cara Memasang Iklan AdSense di Atas, di Tengah, dan di Bawah Postingan

Penutup

Salah satu penyebab pendapatan Google AdSense menurun adalah iklan yang tampil sering tidak relevan. Hal ini bisa mengurangi daya tarik pengunjung untuk klik iklan.

Atas dasar itu coba lakukan hal-hal seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Meskipun bukan jaminan utama bahwa penghasilan AdSense akan meningkat, namun setidaknya kita sudah berusaha yang logis.

Banyak faktor yang menyebabkan pendapatan AdSense menurun. Selebihnya akan saya bahas pada artikel selanjutnya …